Halaman

Rabu, 05 Desember 2018

Antisipasi Era 4.0 Dengan Penguatan Pancasila

SenkomNews, Pondok Gede, 05/12/2018. Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang diwakili oleh Kolonel Sachono memberikan materi Penguatan Pancasila pada peserta Rakernas Senkom di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dalam paparannya, ia mengingatkan peserta untuk terus menghayati nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Pasalnya, dunia sudah memasuki Era 4.0 yang memberikan dampak siginifikan pada masyarakat.

"Kita berada di Era 4.0, sebuah era yang penuh inovasi. Ketidakmampuan beradaptasi dapat menimbulkan kesenjangan. Dari kesenjangan itulah lahir  kekecewaan, pada bangsa kekecewaan itu bisa berupa ekstrimisme dan radikalisme," ujarnya.

Era 4.0 juga lekat dengan generasi milenial. Generasi ini lekat dengan media sosial. Menurutnya, Era 4.0 memunculkan ancaman baru berupa fenomena hiper realistis. Ancaman ini yaitu upaya menciptakan kepalsuan dengan mencampuradukan kebenaran. Ini yang membuat kegaduhan di antara masyarakat. Mereka kebingungan membedakan mana yang benar dan salah.

"Dunia maya menjadi ajang politik identitas memecah bangsa. Oleh karena itu,  keberadaan Pancasila sebagai pandangan hidup, lahir dari kristalisasi nilai luhur bangsa yang hakiki," ujarnya.

Maka bangsa Indonesia perlu berkaca pada kejayaan nusantara jaman dahulu. Indonesia masih  muda, namun secara historis sudah mendiami nusantara selama ribuan tahun. Seperti kerajaan besar zaman dahulu, tak hanya kuat dalam negeri tetapi disegani kerajaan lain.

Namun pengaruh asing turut memberangus kerajaan di nusantara. Masuknya pengaruh asing dan penjajahan membuat nusantara menjadi kacung di negeri sendiri. Kebebasan direngut oleh kolonialisme dan imperialisme.

"Dari kejadian itu ada hikmah yang bisa dipetik, yaitu perasaan senasib dan sepenanggungan, semangat persatuan dan kesatuan. Pemerintah harus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat secara lahir dan batin," ujarnya. 

Kedaulatan adalah prasyarat utama. Jika kedaulatan dipegang raja maka negara akan berbentuk monarki. Bila dikembalikan ke sekelompok orang disebut oligarki. Bila dikembalikan kepada rakyat akan menjadi sebuah negara demokrasi.

"Indonesia sepakat kedaulatan ada di tangan rakyat dan demokrasi bentuk yang ideal mencapai cita-cita bangsa," ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak rekan-rekan Senkom dan masyarakat secara umum mengamalkan pancasila tanpa sekat apapun. "TNI hanya bagian kecil komponen bangsa indonesia, TNI adalah bagian dari rakyat. Mari bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila," ia menutup pemaparannya (lud).

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI


Sumber senkom jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar