Tampilkan postingan dengan label Rakernas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rakernas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2018

Jajaran Petinggi Polri Kagum Terhadap Senkom

Menurutnya, Kapolri, Kapolda dan jajaran petinggi Polri, menurut Nurfaizi, kagum terhadap Senkom. Pasalnya Senkom tak pernah minta bantuan, namun selalu hadir dalam pengamanan tempat ibadah dan bencana alam, “Karena Senkom mengerjakan semua kegiatan itu dengan motivasi ibadah," ujar Nurfaizi.

Ia berpesan Senkom memiliki fungsi menegakkan dan menyadarkan Kamtibmas sebagai mitra Polri, “Posisi Senkom itu sejajar dengan Polri. Selalu berkoordinasi dan membantu, bukan menjadi bawahan. Tampil wibawa dan tegar dalam penampilan, namun jangan lupa merendah,” papar Nurfaizi. 

#senkommitrapolri
#rakernassenkom2018
#SenkomUntukNKRI

Wawasan Masalah Hukum

"Info berkaitan masalah-masalah hukum praktis & aplikatif sbg tambahan wawasan "

Didalam dunia hukum khususnya dlm proses sidik Tindak  Pidana, sering kita mendengar istilah kode P18, P19 ataupun P21 baik di media masa maupun Media Elektronik. Kadang-kadang orang yang tidak mengerti arti dari kode-kode tersebut diatas hanya bertanya-tanya, dalam hal ini kami akan jelaskan tentang kode-kode yang seringkali kita mendengarnya berdasarkan Peraturan Hukum yang berlaku.

Kode-kode tersebut didasarkan pada Keputusan Jaksa Agung RI No. 518/A/J.A/11/2001 tanggal 1 Nopember 2001 tentang Perubahan Keputusan Jaksa Agung RI No. 132/JA/11/1994 tentang Administrasi Perkara Tindak Pidana. Kode-kode tersebut adalah “ kode formulir yang digunakan dalam proses penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana.

Lebih lengkapnya rincian dari kode-kode Formulir Perkara adalah:                        
P-1 Penerimaan Laporan (Tetap)
P-2 Surat Perintah Penyelidikan
P-3 Rencana Penyelidikan
P-4 Permintaan Keterangan
P-5 Laporan Hasil Penyelidikan
P-6 Laporan Terjadinya Tindak Pidana
P-7 Matrik Perkara Tindak Pidana
P-8 Surat Perintah Penyidikan
P-8A Rencana Jadwal Kegiatan Penyidikan
P-9 Surat Panggilan Saksi / Tersangka
P-10 Bantuan Keterangan Ahli
P-11 Bantuan Pemanggilan Saksi / Ahli
P-12 Laporan Pengembangan Penyidikan
P-13 Usul Penghentian Penyidikan / Penuntutan
P-14 Surat Perintah Penghentian Penyidikan
P-15 Surat Perintah Penyerahan Berkas Perkara
P-16 Surat Perintah Penunjukkan Jaksa Penuntut Umum untuk Mengikuti Perkembangan Penyidikan Perkara Tindak Pidana
P-16A Surat Perintah Penunjukkan Jaksa Penuntut Umum untuk Penyelesaian Perkara Tindak Pidana
P-17 Permintaan Perkembangan Hasil Penyelidikan
P-18 Hasil Penyelidikan Belum Lengkap
P-19 Pengembalian Berkas Perkara untuk Dilengkapi
P-20 Pemberitahuan bahwa Waktu Penyidikan Telah Habis
P-21 Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan sudah Lengkap
P-21A Pemberitahuan Susulan Hasil Penyidikan Sudah Lengkap
P-22 Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti
P-23 Surat Susulan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti
P-24 Berita Acara Pendapat
P-25 Surat Perintah Melengkapi Berkas Perkara
P-26 Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan
P-27 Surat Ketetapan Pencabutan Penghentian Penuntutan
P-28 Riwayat Perkara
P-29 Surat Dakwaan
P-30 Catatan Penuntut Umum
P-31 Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Biasa (APB)
P-32 Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Singkat (APS) untuk Mengadili
P-33 Tanda Terima Surat Pelimpahan Perkara APB / APS
P-34 Tanda Terima Barang Bukti
P-35 Laporan Pelimpahan Perkara Pengamanan Persidangan
P-36 Permintaan Bantuan Pengawalan / Pengamanan Persidangan
P-37 Surat Panggilan Saksi Ahli / Terdakwa / Terpidana
P-38 Bantuan Panggilan Saksi / Tersngka / terdakwa
P-39 Laporan Hasil Persidangan
P-40 Perlawanan Jaksa Penuntut Umum terhadap Penetapan Ketua PN / Penetapan Hakim
P-41 Rencana Tuntutan Pidana
P-42 Surat Tuntutan
P-43 Laporan Tuntuan Pidana
P-44 Laporan Jaksa Penuntut Umum Segera setelah Putusan
P-45 Laporan Putusan Pengadilan
P-46 Memori Banding
P-47 Memori Kasasi
P-48 Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan
P-49 Surat Ketetapan Gugurnya / Hapusnya Wewenang Mengeksekusi
P-50 Usul Permohanan Kasasi Demi Kepentingan Hukum
P-51 Pemberitahuan Pemidanaan Bersyarat
P-52 Pemberitahuan Pelaksanaan Pelepasan Bersyarat.
P-53 Kartu Perkara Tindak Pidana.C 5

Mediasi, Kunci Penyelesaian Sengketa Sebelum Pengadilan

Jakarta (6/12). Dalam kehidupan sosial, ada kalanya manusia bergesekan satu sama lain. Puncaknya, suatu perkara diselesaikan di pengadilan, yang terkadang penyelesaian perkaranya belum mampu memenuhi harapan masyarakat. Mediasi hadir menjadi alternatif masalah tersebut.

Pakar Mediasi atau yang disebut mediator, Triana Dewi Seroja hadir pada Rakernas Senkom yang dihelat pada hari ke-2 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Ia membawakan materi “Teknik Penyelesaian Sengketa Melalui Mediasi”. Menurutnya, Mediasi memiliki dasar hukum tertinggi, yaitu Pancasila berdasarkan asas musyawarah dan mufakat.

Mediasi bertujuan membangun hubungan kerja jangka panjang dan yang paling utama sebagai upaya penyelesaian kepentingan bersama. Menurut Triana, sebelum berperkara di pengadilan ada baiknya melakukan mediasi.

“Karena berperkara di pengadilan itu  berbiaya mahal, lambat, sangat formal, sangat teknis, perkara yang menumpuk, dan selalu diakhiri dengan menang dan kalah. Sebelum masuk pengadilan kita harus coba selesaikan lewat mediasi. Di sinilah peran advokat jika ada klien berperkara, dicoba dulu untuk dimediasikan soal perkara perdata,” ujarnya.

Ada banyak keuntungan melakukan proses mediasi sebelum pengadilan. Mediasi itu bersifat sukarela dan biasanya sangat melekat dengan perkara keperdataan. Prosesnya pun sederhana, berbiaya murah, dan menghemat waktu. 

“Mediator berperan menyadarkan para pihak bahwa sengketa bukanlah sebuah pertarungan untuk dimenangkan, akan tetapi sengketa tersebut harus diselesaikan bersama. Mediator membuat keputusan akhir, kesepakatan berbagai pihak,” ujar Triana Dewi Seroja
Triana Dewi Seroja juga menjelaskan Kesepakatan mediasi harus dibuat berdasarkan kesepakatan bersama dan ditandatangai mediator dan para pihak. Bisa didaftarkan ke pengadilan dengan mengajukan gugatan.

Mediator harus melaporkan pada hakim pemeriksa perkara, jika diluar pengadilan membuat kesepakatan yang dibuat mediator. Apabila tidak tercapai, upaya terakhir adalah gugatan di pengadilan.

“Untuk menjadi mediator harus seorang sarjana berpengalaman dan mengikuti pelatihan. Seorang mediator harus memiliki sertifikat sesuai dengan aturan perundang-undangan. Dan ia ditunjuk oleh pengadilan untuk menyelesaikan perkara,” tutupnya.

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI

Jumat, 07 Desember 2018

Pembekalan Panglima TNI Di Rakernas Senkom

Senkomsidoarjo.org | Jakarta 5/12/2018 Pembekalan Materi Rakernas Senkom dari Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, S.I.P.
"Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan perkenan-Nya, kita semua diberi kesempatan untuk berkumpul dalam rangka menghadiri Rapat Kerja Nasional Senkom Mitra Polri".
Saya merasa sangat terhormat diberi kesempatan untuk mengetengahkan materi Pembekalan yang saya beri judul Pancasila Untuk Persatuan Demi Indonesia Emas. Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia atas kehormatan untuk dapat berbagi pandangan di hadapan forum yang sangat membanggakan ini.  
Saya ingin sedikit mengulas sejarah, di mana kedaulatan negara Indonesia secara defacto lahir bersama pernyataan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari sesudahnya yakni pada tanggal 18 Agustus 1945, bangsa Indonesia secara tuntas menegakkan kedaulatannya secara yuridis, melalui pengesahan Undang-undang Dasar 1945.  Beranjak dari realita tersebut, maka baik pernyataan proklamasi maupun UUD 1945, pada hakekatnya merupakan tonggak sejarah utama, berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan nilai-nilainya terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945, menjadi dasar, falsafah, dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang berdaulat, terbebas dari penjajahan bangsa lain. Oleh karenanya, Pancasila merupakan nilai-nilai dari kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.
Sila-sila Pancasila mencerminkan nilai-nilai kedaulatan bangsa Indonesia, baik sebagai individu maupun secara kolektif dalam ber-Ketuhanan, berperikemanusia-an, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, berdemokrasi, serta hidup berkeadilan sosial.
Indonesia sebagai negara memang tergolong muda; namun secara historis, Indonesia sebagai bangsa telah mendiami kepulauan nusantara selama ribuan tahun dan mencapai peradaban yang tinggi.  
Sejarah mencatat kerajaan-kerajaan nusantara, seperti Majapahit dan Sriwijaya, pernah mencapai masa keemasan, dengan pengaruh melebihi luas negara Indonesia saat ini. Kerajaan-kerajaan besar tersebut tidak hanya kuat di dalam negeri, dalam mengawal kedaulatan dan menjaga kesejahteraan rakyatnya, tetapi juga disegani dan diakui oleh kerajaan-kerajaan lain.
Perkembangan bangsa Indonesia tersebut mengalami banyak dinamika; yaitu masuknya pengaruh asing yang memberangus kemerdekaan yang telah ada di wilayah nusantara.
Pada periode ini, bangsa Indonesia disegenap penjuru nusantara merasakan pahit getirnya penjajahan. Kedaulatan sebuah bangsa yang seharusnya menjadi tuan rumah di tanah airnya sendiri, telah dirampas oleh kekejaman imperialis dan kolonialis hingga ratusan tahun lamanya.
Meski sedemikian buruk kenyataan yang harus dihadapi saat itu; namun terdapat serangkaian hikmah yang dapat dipetik. Hikmah utamanya adalah perasaan senasib dan sepenanggungan yang menjadi pondasi kebangsaan Indonesia.
Hikmah berikutnya yang tumbuh dari perasaan senasib dan sepenanggungan itu adalah, semangat persatuan dan kesatuan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan.  Lebih jauh lagi, hikmah yang diperoleh juga memberikan keinsyafan bahwa kemerdekaan haruslah memberikan kedaulatan yang paripurna, yaitu kesejahteraan terhadap seluruh rakyat baik secara lahir maupun batin.
Ketiga hikmah inilah yang pada akhirnya, menjadi filosofi yang selanjutnya dikristalisasi sebagai nilai-nilai luhur bangsa, yaitu Pancasila.
Setiap bangsa yang sedang berkembang, memerlukan pranata kehidupan yang lebih baik, guna mencapai sebuah cita-cita besar.  Pranata kehidupan itu adalah upaya mempertahankan eksistensi sembari mengembangkan diri, dan berjuang mewujudkan cita-citabesar tersebut.
Upaya tersebut menjadi relatif lebih sulit, manakala suatu bangsa mempunyai tingkat keberagaman primordialistik yang tinggi.  Heterogenitas yang didasarkan atas sentimen primordial sangat rawan menimbulkan konflik, dan berujung pada pertikaian yang tidak rasional.Dalam sejarahnya, perbedaan primordial yang dijadikan sarana memperoleh kekuasaan; menjadi awal dan penyebab perang saudara yang berdarah dan saling mematikan.
Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara, yang terdiri dari berbagai suku bangsa, sangat beruntung karena mempunyai modal sosial dan modal sejarah yang kuat. Meski melalui negosiasi yang panjang dan melelahkan; para pendiri bangsa berhasil merumuskan suatu pemikiran besar, yang sarat dengan nilai-nilai mulia sebagai pandangan hidup, ideologi dan falsafah bangsa. Titik kulminasi dari proses tersebut adalah lahirnya Pancasila.  Dan oleh karenanya, Pancasila merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya.  
Berdasarkan teori berdirinya suatu negara; maka kedaulatan merupakan prasyarat utama yang memiliki tiga sifat sebagai berikut:
Pertama, bersifat memaksa, yang berarti bahwa kedaulatan negara merupakan kekuatan fisik untuk memaksakan kehendaknya secara legal.
Kedua, bersifat monopoli, hal ini berarti kedaulatan negara adalah, segala kewenangan untuk menetapkan tujuan bersama dalam masyarakatnya.
Ketiga, bersifat menyeluruh, yang bermakna bahwa, kedaulatan negara mencakup hukum yang ada, berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali.
Mengacu pada sifat kedaulatan negara yang sedemikian kuat, maka kunci utama penyelenggaraan negara sangat bergantung pada siapayang memegang kedaulatan tersebut. Jika kedaulatan negara dipegang oleh seorang raja, maka negara tersebut berbentuk monarki.
Jika kedaulatan tersebut dikelola oleh sekelompok orang, maka yang terbentuk adalah oligarki.  Sementara bila kedaulatan itu sepenuhnya dikembalikan kepada rakyat; maka negara tersebut menjadi sebuah negara demokrasi.  Bentuk demokrasi inilah yang umumnya dianut oleh banyak negara didunia.  
Kendati demikian, meski suatu negara menyandang nama demokrasi, negara tersebut tidak selalu berjalan atas prinsip demokrasi. Bahkan tidak jarang, dalam perjalanannya berubah bentuk menjadi diktatorial ataupun otoritarian.
Sedangkan Indonesia sendiri, dengan berbekal kesadaran penuh bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan segenap rakyat Indonesia, bersepakat kedaulatan berada di tangan rakyat, dan berkeyakinan demokrasi merupakan bentuk yang paling ideal untuk mencapai cita-cita luhur bangsa.
Berbekal pemahaman yang utuh akan nilai-nilai luhur Pancasila, pelaksanaan kedaulatan adalah sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.  Pada tataran implementasi, demokrasi Pancasilasudah tercermin dari sila-sila didalamnya.
Sebagai contoh; dalam setiap pengambilan keputusan politik yang bersifat strategis, maka keputusan tersebut tidak boleh lepas dari keinsyafan manusia, yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kebijakan dan keputusan tersebut harus memenuhi prinsip-prinsip kemanusiaan, serta tidak merusak sendi-sendi persatuan bangsa.  
Lebih jauh lagi; mekanisme pengambilan keputusan seyogyanya mencerminkan hasil permufakatan, yang mengandung hikmat serta berisi kebijaksanaan. Dan hasil yang diperoleh dari keputusan tersebut; haruslah berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Melalui koridor nilai-nilai Pancasila tersebut, maka penyelenggaraan pemerintahan akan memenuhi marwah demokrasi yang sejati, yaitu dari rakyat, oleh rakyat dan sebesar-besarnya untuk rakyat.  Hal ini selaras dengan nafas kedaulatan yang bersifat mawas kedalam, bahwa perangkat negara pada dasarnya adalah pelayan, bagi kepentingan bangsa yang lebih besar.
Pada konteks lainnya, kedaulatan dalam negara demokrasi, memiliki penghargaan terhadap hak-hak individu dalam masyarakat. Hak-hak tersebut harus terus dijamin dan tidak boleh direduksi secara sewenang-wenang oleh kekuasaan.
Oleh karena itu sekali lagi, Pancasila adalah nilai-nilai kedaulatan negara demokrasi, yang akan menjadi tuntunan, untuk mewujudkan terciptanya suatu masyarakat yang aman, tentram, damai serta berkeadilan.
Dengan demikian, Pancasila merupakan dasar dan sumber hukum yang akan menjadi determinan, terhadap eksistensi Indonesia, baik untuk masa kini maupun masa depan.
Disamping menyadari makna penting kedaulatan yang mawas kedalam; maka kedaulatan juga bersifat mawas keluar. Kedaulatan memberikan Indonesia sebagai negara dengan entitas, identitas serta integritas yang setara dengan bangsa-bangsa lain didunia. Indonesia adalah negara berdaulat, yang diakui dalam komunitas internasional, dengan Pancasila sebagai dasar negara dan menjadi identitasnya.
Pancasila sebagai indentitas tidak boleh direduksi, atau dikaburkan nilai-nilainya, dengan berbagai anasir lain yang bukan berasal dari nilai-nilai luhur bangsaIndonesia. Kondisi ini harus terus dipelihara dan dipertahankan, agar Indonesia mampubertahan menghadapi gempuran, pengaruh-pengaruh asing yang bersifat intrusif.
Bila kedaulatan negara secara eksternalruntuh (fail state), maka kedaulatan domestiknya pun turut terancam, karena warga negara tersebut akan cenderung mencari negara lain yang lebih kuat dan mampu melindungi mereka.  
Dalam kondisi ini, maka apa yang dikatakan Carl Schmitt dalam mendukung paham hobbesian,bahwa; "protego ergo obligo" merupakan padanan dari paham kartesian "cogito ergo sum", yang berarti "kedaulatan negara terletak pada perlindungan atas warganya."
Mengacu pada hal tersebut; maka lagi-lagi logika yang dapat dibangun pada kerangka filosofis dasar negara, menunjukan bahwa mempertahankan tegaknya Pancasila, adalah sama halnya dengan mempertahankan kedaulatan negara Indonesia itu sendiri.
Selanjutnya akan saya jelaskan tentang dinamika ancaman global kekinian, yang berpotensi menafikan nilai-nilai Pancasila dan kedaulatan bangsa. Saat ini kita sedang berada di era revolusi industri 4.0.
Sebuah era yang ditandai dengan inovasi disruptif, yang menggantikan tatanan lama dengan tatanan baru yang jauh berbeda.
Revolusi industri ini memanfaatkan kemajuan teknologi digital, analisis data, dan computing power.
Ketidakmampuan untuk beradaptasi, mengejar dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menimbulkan kesenjangan. Di satu sisi terdapat keberlimpahan atauabundancetetapi di sisi lain terdapat kekurangan atau bahkan krisis. Kondisi ini berpotensi untuk memicu konflik horizontal maupun vertikal di masyarakat.
Fenomena yang muncul adalah lahirnya paham-paham kekecewaan seperti ekstrimisme, radikalisme dan populisme.
Fenomena kekinian itu saling mengamplifikasi satu sama lain yang pada tataran tertentu berubah menjadi ancaman yang sulit diukur baik secara kualitas maupun kuantitas efek kerusakan yang ditimbulkannya.
Terkait dengan Pancasila dan ideologi negara, maka fenomena yang dapat dijadikan indikator adalah bahwa, ancaman-ancaman tersebut nyata, diantaranya bahkan merupakan fenomena hiper-realitas. Sesuai dengan karakternya, hiper-realitas menciptakan kepalsuan yang berbaur dengan orisinalitas, masa lalu bercampur dengan masa kini; fakta bersilang sengkarut dengan rekayasa; simbol, gambar dan kata-kata menyatu dengan kenyataan; kebohongan berdifusi dengan kebenaran.
Prinsip-prinsip kebenaran, kepalsuan, keaslian, isu dan realitas membaur menjadi satu; sehingga pada sebagian masyarakat tercipta kebingungan untuk mencerna, mana yang benar dan mana yang palsu.  
Hal ini tentu saja akan menjadi kontra produktif; mengingat rakyat memerlukan bukti konkrit bahwa demokrasi adalah sistem yang lebih baik, dalam memperhatikan nasib rakyat dibandingkan dengan sistem-sistem yang lain.
Perkembangan yang mengkuatirkan adalah, adanya upaya untuk memecah belah bangsa Indonesia, yang sejatinya telah direkatkan begitu lama, oleh Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.  
Pada dua kali Pilkada yang lalu kita lihat bersama betapa dunia maya digunakan untuk menyuarakan politik identitas, politik yang memecah belah anak bangsa. Padahal pendiri bangsa ini dengan susah payah telah merumuskan persatuan dan kesatuan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Harus kita sadari bersama bahwa pendiri negara ini telah meletakkan sebuah landasan yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Para founding fathers telah merumuskan Pancasila menjadi dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kita.
Bahkan lebih awal lagi Sumpah Pemuda pada tahun 1928, sebelum kita merdeka, telah merumuskan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bentuk satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia, dan satu Bahasa Indonesia.
Kita tidak ingin pesta demokrasi tersebut justru membuat kita mundur ke belakang. Kita tidak ingin apa yang sudah dengan susah payah, penuh dengan pengorbanan jiwa raga para pahlawan bangsa, justru dihancurkan pondasinya.
Saat-saat dimana para generasi penerus perjuangan seharusnya mengisi kemerdekaan dengan pembangunan tidak boleh dibiarkan terganggu dengan perpecahan.
Oleh karena itu, pengamalan Pancasila secara tepat dan bijaksana merupakan syarat mutlak demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini berarti, legitimasi Pancasila sama halnya dengan legitimasi kedaulatan negara Indonesia itu sendiri.
Pada bagian akhir dari pembekalan ini, saya menegaskan kembali bahwa, keberadaan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar jargon yang tanpa makna.
Pancasila lahir dari kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa yang hakiki. Pancasila berisi kebenaran dan pembuktian; bahwa hanya dengan memedomani dan mengamalkan sila-sila didalamnya, eksistensi Indonesia tetap dapat dipertahankan dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang mendera.  
Perkembangan dinamika ancaman global yang terjadi belakangan ini; seringkali menjadi batu sandungan, bagi terwujudnya cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik.  Oleh karenanya; berbagai fenomena yang cenderung mereduksi, atau merusak marwah Pancasila sebagi ideologi negara; seharusnya perlu terus untuk diwaspadai dan diantisipasi.
Indonesia dalam beberapa dekade mendatang akan mengalami bonus demografi. Penduduk usia produktif, usia angkatan kerja akan lebih besar. Hal itu merupakan peluang emas sekaligus tantangan karena bila tidak disiapkan sejak dini justru akan menjadi beban sosial, tidak hanya bagi Pemerintah tetapi juga bagi masyarakat luas.
Diperlukan penyiapan sumber daya manusia sejak dini, sejak sekarang, agar pada dekade-dekade mendatang kita memiliki generasi yang berkualitas, produktif, dan mampu bersaing secara internasional. Disadari atau tidak, negara-negara tetangga yang sepuluh tahun lalu tertinggal, saat ini sudah mulai menunjukkan keunggulannya. Bila berpangku tangan, bukan tidak mungkin kita justru tertinggal.
Masa-masa mendatang adalah masa-masa yang sangat berharga bagi kita semua. Generasi muda harus menyiapkan  bekal awal untuk mengabdidan berperan di tengah-tengah masyarakat kelak.
Tahun-tahun mendatang akan menjadi penentu masa depan, tidak hanya perseorangan tetapi juga bangsa dan negara ini. Bekal berupa pengetahuan, ketrampilan, serta kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam meniti karier sesuai bakat, minat, dan cita-cita masing-masing.
Akhirnya, saya selaku pribadi dan selaku Panglima TNI, ingin menggugah rasa kebangsaan dari seluruh hadirin sekalian, terutama Para Anggota Senkom Mitra Polri.  Saya mengajak diri saya pribadi dan anda-anda semua, untuk terus menggali dan mengamalkan nilai-nilai universal Pancasila, tanpa ada batas dan sekat suku bangsa, agama, maupun ras.
Sebagai bagian dari bangsa yang besar, hendaknya kita senantiasa teguh pada tujuan pada cita-cita yang lebih besar; yaitu mencapai kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara Indonesia.
TNI hanyalah bagian kecil dari segenap komponen bangsa Indonesia. TNI tidak bisa sendiri, dalam mempertahankan kedaulatan negeri ini. TNI lahir dan besar dari rakyat, semangat TNI adalah semangat anda semua, para hadirin yang secara historis, juga turut membentuk Tentara Nasional Indonesia.
Untuk itu, marilah kita bersama-sama, bahu-membahu menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, untuk menjaga tetap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Demikian kiranya yang dapat saya sampaikan dalam kuliah umum kali ini. Akhir kata; semogaTuhanYang Maha Esa, Allah SWT, senantiasa melindungi derap langkah pengabdian kita dalam menuju Indonesia yang jaya.
Sekian dan Terima kasih,
Wassalamualaikum Wr. Wb.,
Syaloom,
Om shanti shanti shanti om.
Panglima TNI,
Hadi Tjahjanto, S.I.P.
Marsekal TNI

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI

Senkom Siap Jaga Kamtibmas Selama Tahun Politik

Senkomnews | Jakarta, (5/12/2018). Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg), merupakan hari-hari yang “panas”. Kontestasi Pemilu 2019 tersebut, menyebabkan perdebatan sengit antara dua kubu di dunia maya. Imbasnya, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) rentan terganggu.

“Kami berharap Pemilu 2019 berjalan dengan damai dan aman, meskipun masyarakat Indonesia terbelah hanya dua pilihan. Hal itu mengakibatkan friksi di dalam masyarakat yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri H. M. Sirot. Potensi gangguan Kamtibmas inilah yang mendorong PP Senkom Menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Asrama Haji, Pondok Gede, pada 5-6 Desember 2018. 

Dalam Rakernas ini, PP Senkom mengangkat tema: “Senkom Untuk NKRI: 14 Tahun Senkom Mitra Polri; Pemberdayaan, Partisipasi, dan Penguatan Kapasitas.” Tema ini relevan dengan kondisi bangsa selaras dengan usia dan kedewasaan Senkom dalam sumbangsihnya kepada masyarakat, bangsa dan negara, “Senkom dalam pengabdiannya kepada NKRI ada dalam tiga cluster, Kamtibmas, Kebencanaan, dan Bela Negara,” papar H. M. Sirot.

Di bidang Kamtibmas, Senkom bekerja sama dan berkoordinasi dengan Polri, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek, sesuai dengan wilayahnya. Mereka bersama-sama dengan kepolisian  menjaga keamanan dan ketertiban, dengan menginformasikan berbagai permasalahan di tengah-tengah masyarakat untuk segera ditindaklanjuti pihak kepolisian. Senkom kerap pula bekerja sama dengan kepolisian menjaga tempat-tempat ibadah dalam perayaan hari besar agama.

Senkom juga menyediakan posko-posko mudik, yang merupakan kegiatan tahunan di seluruh Indonesia. Di posko-posko tersebut, warga bisa beristirahat, memperbaiki masalah kendaraan yang ringan, hingga mencicipi hidangan sebelum meneruskan perjalanan.

Sementara di wilayah bencana, Senkom bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tingkat pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD). Salah satu yang terbaru, saat bencana gempa dan tsunami di Palu pada 28 September 2018 lalu, Senkom melakukan langkah strategis bekerja sama dengan pihak-pihak terkait memulihkan komunikasi. Senkom dalam bencana itu juga membantu SAR mengevakuasi korban dan mengamankan bantuan untuk para korban.

“Sementara dalam kegiatan bela negara, Senkom merupakan bagian dari komponen cadangan pertahanan negara dalam UU Pertahanan Negara,” papar H. M. Sirot. Dalam bela negara, Senkom bekerja sama dengan Kodam dan Kodim, di wilayah anggota Senkom berada. Menurut H. M. Sirot, untuk menguatkan tiga cluster tersebut Senkom menggelar berbagai pelatihan penunjang, untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuang setiap anggota Senkom, agar semakin profesional di bidangnya.  

Rakernas Senkom ini diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari dewan pembina, pengurus PP dan panitia, pengurus provinsi, pengurus kabupaten kota, perwakilan pemuda Senkom, serta undangan-undangan lainnya.

“Acara ini juga merupakan tindak lanjut dari Munas Senkom untuk menetapkan program prioritas, peraturan organisasi (PO), dan kebijakan organisasi selaras dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, serta menetapkan rekomendasi untuk diberikan kepada instansi terkait,” Sekjen PP Senkom H. Arif Nurokhim.

Sekilas Tentang Senkom Mitra Polri
SENKOM Mitra Polri dibentuk sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UU Nomor 2 tahun 2002 Bab I pasal 3 ayat 3c tentang Pengembangan Sistem Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang bertumpu pada sistem Pengamanan Swakarsa (Pamswakarsa). Pada tanggal 1 Januari 2004 di Jakarta dibentuklah Senkom Mitra Polri sebagai wadah kelompok masyarakat sadar kamtibmas oleh anggota mitra kamtibmas Mabes Polri yang didukung oleh para purnawairawan TNI/Polri.

Ditindaklanjuti dengan Surat Telegram Kapolri nomor: ST/526/V/2007 tanggal 7 Mei 2007 tentang perintah kepada para Kapolda untuk membina Senkom untuk menjadi mitra Polri sehingga diharapkan dapat berperan serta sebagai anggota FKPM untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang berdampak dapat menjadi sumber gangguan kamtibmas di lingkungan komunitasnya.

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI

BNPB Ajak Senkom Edukasi Wilayah Rentan Tsunami

News Senkom | BNPB Ajak Senkom Edukasi di Wilayah Rentan Tsunami
“Hal yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat pesisir. Saya mengajak Senkom melakukan ekspedisi mengedukasi masyarakat mulai dari Cilegon hingga Madura mengenai penanggulangan bencana,” ujar Lilik.

Ia juga menyatakan terima kasihnya kepada Senkom Mitra Polri, yang selalu mengambil bagian dalam menanggulangi bencana alam di seluruh Indonesia.

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI

Senkom Untuk NKRI

Senkom News | Senkom Bisa Jadi Mitra Pemerintah Sejahterakan Rakyat
Ormas yang bergerak di bidang pendidikan, di situlah perjuangan Ormas.

Saat ini Senkom berjuang juga. Bagaimana Indonesia bisa lebih jaya lagi. Orang-ormas belum bisa memerdekaan Indonesia. Lalu pada 28 Okt 1928 sekumpulan anak muda menyamakan bahasa dan cara pandang untuk bersama-sama memerdekakan Indonesia. Mereka adalah anak-anak muda memiliki visi.

Para pemuda menculik Bung Karno dan Hatta untuk segera memerdekakan bangsa Indonesia. Saya melihat perkembangan Ormas dua kali sehari. Kalo ormas-ormas membantu masyarakat alangkah indahnya Indonesia ini. Banyak masyarakat yang belum tahu pentingnya berorganisasi.

Kebebasan berpendapat diatur Undang_undang, harus mentaati peraturan perundangan. Harus dipahami bersama, setiap ormas mematuhi undang-undnag, menghormati hak asasi otang lain. Ormas merupakan mitra pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kami terima kasih, data yang kami terima yang pertama bantu pemerintah adalah Senkom.

Inilah ormas yang benar-benar membantu, dan mudah-mudahan kehadiran Senkom di seluruh negeri ini bisa jadi contoh ormas lainnya.

Tentunya dengan jumlah anggota jutaan orang bisa membangun program pemerintah, Jokowi -JK berusaha mempercepat kesejahteraan rakyat. Tujuannya agar negara bisa hadir di tengah-tengah rakyat.

Beberapa waktu lalu, sekarang ada program BPJS, ada upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat benar-benar diutamakan oleh pemerintah. Kalo tahun politik semua galau, investasi juga menunggu. Bila disebut pesta semua orang bergembira.

Pemilu kali ini beda, ada lima kertas suara untuk Presiden, DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD Kab. Kota.
Upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat tidak henti-henti diakukan.

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI

Kamis, 06 Desember 2018

PEDOMAN SINGKAT MENGHADAPI MASALAH PROSES HUKUM PIDANA

PEDOMAN SINGKAT MENGHADAPI

MASALAH PROSES HUKUM PIDANA

                                      







Materi Rakernas 2018

Departemen Hukum Dan Ham

Senkom Mitra Polri

Pengantar Penulis

Melihat hukum saat ini, menggugah hati kami untuk sedikit memberikan Kontribusi dalam Proses Penegakan Hukum. Hukum yang sejatinya untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat, justru berbanding terbalik. Hukum yang seharusnya menyeimbangkan setiap kepentingan masyarakat yang berbeda, tetapi kini, umumnya hukum hanya berpihak kepada mereka yang memiliki uang dan kekuasaan.

Bukan saja persoalan hukum secara adil, melainkan persoalan Implementasi atau penerapan hukum, lihat saja pencuri tiga buah kakau diganjar 6 bulan penjara. Ini sangat jauh berbeda dengan para Koruptor yang mencuri uang milyaran rupiah dan hanya diganjar 1 tahun penjara bahkan lolos dari jeratan hukum. Ditambah lagi ada kasus orang yang disangka melakukan tindak pidana penadahan hasil pencurian kemudian keluarganya diperas oleh oknum penegak hukum hingga terpaksa harus menjual rumahnya, Sehingga tinggal dirumah kontrakan.

Inilah Realita ketimpangan, Cermin keadilan hukum, bila orang awam tidak atau kurang memahami hukum, maka akan menjadi sapi perah oknum penegak hukum, jika orang miskin yang bermasalah dengan hukum, sekalipun ia benar belum tentu hukum berpihak kepadanya.

Saat hukum lebih berpihak kepada mereka yang memiliki uang dan kekuasaan, kemanakah mereka yang lemah dan miskin akan mencari keadilan…….? Untuk itulah, Ringkasan Pedoman Singkat  Menghadapi Masalah Proses Hukum Pidana,  ini hadir dihadapan masyarakat pada umumnya, khususnya untuk Pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri yang telah hadir dalam acara Rapat Kerja Nasional 2018 yang pesertanya hadir dari seluruh Indonesia sebagai bentuk Perlindungan Hukum dan Advokasi terhadap Anggotanya, yang kurang memahami hukum. Sebagai seorang Praktisi Hukum, dengan masukan, Saran dan Koreksi Dewan Penasihat, Ketua Umum, Sekjen dan Pengurus Harian Organisasi Senkom Mitra Polri, tentunya masih sangat jauh dari sempurna, ini adalah upaya sederhana yang dapat kami lakukan, semoga saja ringkasan ini bisa bermanfaat.

                                                                                                               Jakarta, 13 September 2018.

                                                                                                  

                                                             

                                                

                                                                             

                                                                      { Mochamad Subehi, S.H., M.H. }

DAFTAR ISI

Bab 1

Sekilas tentang Hukum………………………………………………………………………………………………………….

Makna sederhana Hukum……………………………………………………………………………………………………..

Mengapa Manusia Butuh Hukum……………………………………………………………………………………………

Pembagian Hukum………………………………………………………………………………………………………………..

Sumber Hukum……………………………………………………………………………………………………………………..

Sifat Hukum…………………………………………………………………………………………………………………………..

Tujuan Hukum……………………………………………………………………………………………………………………….

Subyek Hukum………………………………………………………………………………………………………………………

Obyek Hukum……………………………………………………………………………………………………………………….

Peristiwa Hukum…………………………………………………………………………………………………………………..

Bab.2   Proses dalam Perkara Pidana

Apa itu Hukum Pidana ?.............................................................................................................

Pihak- Pihak dalam perkara pidana……………………………………………………………………………………….

Penangkapan……………………………………………………………………………………………………………………….

Penahanan…………………………………………………………………………………………………………………………..

Penggeledahan…………………………………………………………………………………………………………………….

Penyitaan…………………………………………………………………………………………………………………………….

Praperadilan………………………………………………………………………………………………………………………..

Prapenuntutan……………………………………………………………………………………………………………………

Penuntutan…………………………………………………………………………………………………………………………

Surat Dakwaan……………………………………………………………………………………………………………………

Eksepsi………………………………………………………………………………………………………………………………..

Persidangan………………………………………………………………………………………………………………………..

Upaya Hukum……………………………………………………………………………………………………………………..

Banding Kasasi…………………………………………………………………………………………………………………….

Peninjauan Kembali…………………………………………………………………………………………………………….

Bab 3. Hak- hak Tersangka/ Terdakwa

Hak segera mendapatkan pemeriksaan

Hak diberitahukan dengan Bahasa yang dimengerti

Hak memberikan keterangan secara bebas

Hak mendapatkan juru Bahasa

Hak mendapatkan bantuan penasihat hukum

Hak menghubungi Penasihat Hukum

Hak menerima kunjungan Dokter Pribadi

Hak menerima kunjungan keluarga

Hak Mengajukan Saksi yang menguntungkan

Hak menuntut ganti kerugian

Hak memperoleh Rehabilitasi

Bab 4. Tip Singkat Menghadapi Hukum { Pidana }.

Tips jika anda ditangkap

Tip jika anda ditangkap secara tidak secara sah { di Ciduk }

Tip jika dipanggil, di undang, maupun dibawa oleh Polisi untuk di interogasi.

Bab 1

Sekilas Tentang Hukum

Manusia dan Hukum, Pengertian Sederhana Hukum, Tujuan Hukum, Sumber Hukum, Klasifikasi Hukum, Pembagian Hukum, Objek Hukum, dan Subjek Hukum.

Mengapa Manusia Butuh Hukum ?

Masing- masing Manusia memiliki kepentingan yang berbeda dalam hidupnya. Agar kepentingan yang berbeda itu tidak menyebabkan kekacauan { Chaos }, maka diperlukanlah Aturan tentang tata tertib Manusia.

Manusia dan Hukum

Menurut kodratnya, manusia dimana saja dan kapan saja sejak dilahirkan sampai meninggal dunia selalu hidup bersama- sama. Manusia sebagai perorangan atau individu cenderung berkumpul dengan individu- individu lain untuk membentuk kelompok manusia yang hidup bersama.

Kecenderungan kelompok ini menyebabkan manusia dinamakan Makhluk Sosial. Fakta ini sudah diketahui sejak dahulu dan filosof Yunani Aristoteles menamakan manusia sebagai Zoon Politicon { Makhluk Sosial ].

Keinginan Manusia hidup berkelompok didasarkan beberapa alasan, diantaranya :

Hasrat memenuhi  makan dan minum atau untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Hasrat membela diri.

Hasrat mengadakan keturunan.

Sebagai pribadi, pada dasarnya manusia dapat berbuat apa saja secara bebas. Dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, kebutuhan membela diri maupun kebutuhan melanjutkan keturunan, manusia dapat melakukan apa saja. Namun dalam praktiknya tidak jarang karena hasrat memenuhi kebutuhan hidupnya manusia justru saling berhadapan dengan manusia lain sehingga keseimbangan dalam masyarakat akan terganggu dan timbul pertentangan diantara mereka. Dengan pembawaan sikap pribadinya tersebut, tanpa mengingat kepentingan orang lain, kepentingan itu kadang- kadang sama tetapi juga tidak jarang terjadinya kepentingan yang saling bertentangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu dibutuhkan hubungan kontak antara masyarakat yang satu dengan yang lain guna mencapai tujuan melindungi kepentingannya. Sebab itulah manusia membutuhkan suatu aturan dan tatanan yang mengatur hubungan antara manusia. Pada awalnya aturan- aturan tersebut sifatnya sangat sederhana. Namun dengan seiring semakin banyaknya manusia dan kompleksnya permasalahan yang ada, aturan- aturan pun semakin sulit dan rumit, untuk dirumuskan serta membutuhkan pihak lain baik didalam pembuatan, pelaksanaan maupun penegakannya agar tercipta ketertiban dan keteraturan.

Masyarakat dan ketertiban merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat, bahkan bisa juga dikatakan sebagai dua sisi mata uang, susah mengatakan adanya masyarakat tanpa ada ketertiban, diciptakan bersama- sama oleh berbagai lembaga secara bersama- sama, seperti hukum dan Tradisi. Oleh karenanya dijumpai didalam kehidupan masyarakat Pedoman, Patokan atau ukuran yang masing- masing memberikan kontribusinya dalam menciptakan ketertiban masyarakat dalam bersikap atau berperilaku dalam kehidupan bersama disebut Norma atau kaidah Sosial, diantaranya Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan dan Norma Hukum.

Norma Keagamaan adalah Peraturan atau Kaidah yang sumbernya dari Firman atau Printah Tuhan melalui Nabi atau utusannya. Bagi orang- orang yang beragama, printah atau firman Tuhan itu menjadi petunjuk atau pedoman didalam sikap dan perbuatannya { Way of Life }, kaidah agama tidak hanya mengatur hubungan diantara sesama manusia, bagi mereka yang melanggar Norma agama akan mendapatkan sangsi yang berupa kemurkaan Tuhan atau Siksaan Neraka.

Norma Kesusilaan adalah Kaidah bersumber pada suara hati atau insan manusia, kaidah itu berupa bisikan- bisikan suara bathin yang diakui, di insyafi oleh setiap orang dan menjadi dorongan atau pedoman dalam perbuatan sikapnya. Bagi mereka yang melanggar Norma kesusilaan akan mendapatkan sangsi yang bersifat otonom yang datangnya dari diri orang itu sendiri berupa penyesalan.

Norma Kesopanan atau Tatakrama adalah Peraturan yang timbul dalam pergaulan hidup segolongan manusia, kaidah- kaidah ini diikuti dan ditaati sebagai pedoman dalam tingkah laku sesama orang yang ada disekelilingnya. Apabila seseorang melanggar norma kesopanan akan mendapatkan sangsi dari masyarakat yang berupa cemoohan, celaan, tertawaan, di asingkan dari pergaulan hidup dan sejenisnya.

Norma Hukum adalah Peraturan yang dibuat oleh negara dan berlakunya dipertahankan dengan paksaan oleh alat- alat negara seperti Polisi, Jaksa, Hakim dan sebagainya. Ciri khas dari norma ini adalah memaksa yang berasal dari luar, yakni pemerintah lewat aparatnya.

Makna sederhana Hukum

Tujuan utama keberadaan kesederhanaan hukum adalah untuk kemasaslahatan manusia, hukum untuk manusia, bukan hukum untuk hukum. Tapi fakta yang terjadi hukum banyak dimanfaatkan oleh oknum yang memiliki uang dan kekuasaan, lantas, mungkinkah manfaat hukum juga bagi mereka yang lemah?

Pembagian Hukum

Selalu ada ruang Hukum Publik dan Hukum Privat. Keduanya memberikan pilihan hak dalam berhukum yang bertujuan melindungi kepentingan manusia.

Hukum Publik { Hukum Negara }, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat- alat perlengkapan negara atau hubungan antara negara dengan perseorangan { Warga Negara }.

Hukum Privat { Hukum Sipil }, yaitu hukum yang mengatur hubungan- hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan.

Sumber Hukum

Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang menjadi ruhnya peraturan dan perundang- undangan.

Dari manakah asal mula hukum, dimanakah hukum ditemukan, bagaimanakah dapat diketahui bahwa peraturan tertentu mempunyai akibat hukum yang mengikat atau berlaku.

Sifat Hukum

Karakteristik khas hukum adalah memaksa disertai dengan ancaman dan sanksi. Tetapi hukum bukan dipaksa untuk membenarkan persoalan yang salah, atau memaksa mereka yang tidak berkedudukan dan beruang. Jadi sifat hukum itu mengatur  dan memaksa setiap orang supaya mentaati tata tertib dalam masyarakat serta memberikan sangsi yang tegas { berupa hukuman}, terhadap siapa saja yang tidak mematuhinya.

Tujuan Hukum

Berhubungan dengan kesejahteraan dan keadilan manusia. Hukum mengatur interaksi antar manusia agar tidak terjadi kekacuan ( Chaos ), tapi faktanya hukum justru menghukum manusia dengan kebinasaan dan kepedihan. Sebenarnya yang mempunyai tujuan adalah manusia hukum hanya sebagai alat manusia untuk mencapai tujuan, namun karena manusia dan hukum tidak dapat dipisahkan maka dikatakan tujuan hukum.

Subyek Hukum

Manusia adalah Subyek utama hukum. Manusia menjadi lakon (pemeran utama), dari sandiwara hukum. Manusia jugalah yang akan menentukan apakah hukum untuk keadilan dan kebenaran ataukah hukum untuk kekuasaan dan kebinasaan.

Obyek Hukum

Pengetahuan tentang obyek hukum memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada kita tentang makna hukum yang sebenarnya. Obyek hukum (Recht Object), adalah segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum (manusia/ badan hokum), dan yang menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subyek hukum, oleh karenanya dapat dikuasai oleh subyek hukum. Biasanya obyek hukum disebut benda, menurut hukum perdata benda adalah segala barang- barang dan hak- hak yang dimiliki orang (pasal 499 KUHPerdata). Berbentuk benda bergerak dan tidak bergerak.

Peristiwa Hukum

Anggota masyarakat setiap hari mengadakan hubungan satu dengan lainnya yang menimbulkan berbagai pristiwa kemasyarakatan. Peristiwa- peristiwa kemasyarakatan yang oleh hukum diberikan akibat- akibat dinamakan peristiwa hukum atau kejadian hukum (Recht sfeit).

Bab. 2. Proses dalam Perkara Pidana

Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur tentang pelanggaran dan kejahatan yang merugikan kepentingan umum, sederhananya hukum pidana hukum yang mengatur perbuatan- perbuatan yang dilarang dilakukan, jika perbuatan itu dilakukan akan ada sanksinya.

Hukum pidana Materiil adalah Hukum yang mengatur tentang apa, siapa, dan bagaimana orang dapat dihukum

Hukum Pidana Formil adalah Hukum yang mengatur cara-cara menghukum seseorang yang melanggar peraturan Pidana.

Pihak- Pihak dalam Perkara Pidana

Penyelidik, Penyidik, Penuntut Umum, Hakim, Tersangka, dan Penasihat Hukum.

Penyelidik adalah : Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diberi wewenang oleh Undang- undang ini untuk melakukan penyelidikan di atur Pasal 1 KUHAP.

Tugas dan wewenang:

Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana.

Mencari keterangan dan barang bukti.

Memeriksa orang yang dicurigai.

Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.

Atas perintah penyidik, dapat melakukan penangkapan, larangan meninggalkan tempat penggeledahan dan penyitaan

Pemeriksaan dan penyitaan surat, membawa dan menghadapkan seseorang kepada penyidik.

Penyidikan adalah : Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang- undang untuk melakukan penyidikan. diatur Pasal 1 angka 1 KUHAP.

Tugas dan Wewenang :

Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana

Melakukan tindakan pertama di TKP

Memeriksa orang yang dicurigai, melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat.

Mengambil sidik jari dan memotret seseorang.

Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi

Mendatangkan ahli yang diperlukan berkaitan dgn perkara

Mengadakan penghentian penyidikan, mengadakan tindakan lain menurut hukum yg bertanggung jawab.

Penangkapan

Penangkapan adalah suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan atau peradilan dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam Undang- undang. Pasal 1 Butir 20 KUHAP.

Penahanan

Penahanan adalah Penempatan Tersangka atau Terdakwa ditempat tertentu oleh penyidik atau penuntut umum atau hakim dengan penetapannya, dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam Undang- undang. Sebagai  Upaya paksa, tidak dengan sendirinya menghilangkan harkat dan martabat tersangka, tidak pula melenyapkan hak- hak asasi yang melekat pada dirinya secara keseluruhan diatur dalam Pasal 1 butir 21 KUHAP.

Penggeledahan

Penggeledahan Badan adalah : Tindakan Penyidik untuk mengadakan pemeriksaan badan atau pakaian tersangka untuk mencari benda yang diduga keras ada pada badannya atau dibawanya serta untuk disita { Pasal 1 angka 18 KUHAP }.

Penggeledahan Rumah adalah Tindakan penyidik untuk memasuki rumah tempat tinggal dan tempat tertutup lainnya untuk melakukan tindakan pemeriksaan dan atau penyitaan dan atau penangkapan dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang- undang ini (Pasal 1 angka 17 KUHAP).

Penyitaan  adalah Serangkaian tindakan penyidik untuk mengambil alih dan atau menyimpan dibawah penguasaannya benda bergerak atau tidak bergerak berwujud atau tidak berwujud untuk pembuktian dalam penyidikan, penuntutan, peradilan. adapun obyek yang didapat disita adalah benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruhnya atau sebagian diperoleh dari tindak pidana atau sebagian hasil dari tindak pidana.

Praperadilan

Praperadilan adalah Wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan memutuskan menurut cara yang diatur dalam undang- undang No. 8 Tahun 1981 yang berkenaan dengan :

Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, penghentian penuntutan { Pasal 77 sub a }.

Ganti rugi atau Rehabilitasi bagi seseorang yang berperkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan { pasal 77 Sub b }.

Tuntutan ganti rugi atas dasar penangkapan, penahanan, penuntutan, tindakan lain, tanpa dasar perundang- undangan atau karena kekeliruan mengenai orang atau kekeliruan karena penerapan hukum { Pasal 95 ayat 2 KUHAP }.

Prapenuntutan

Prapenuntutan adalah : Pengembalian berkas dari penuntut umum kepada penyidik karena penuntut umum berpendapat bahwa hasil penyidikan tersebut ternyata kurang lengkap disertai petunjuk untuk dilengkapinya. Penyidikan dianggap selesai apabila dalam waktu empat belas hari penuntut umum tidak mengembalikan berkas perkara. Diatur dalam { pasal 110 ayat 2 KUHAP }.

Penuntutan

Penuntutan adalah Tindakan penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana kepengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang- undang ini dengan permintaan supaya diperiksa dan diputuskan oleh hakim disidang pengadilan. Diatur dalam pasal 1 butir 7 KUHAP.

Surat Dakwaan

Surat Dakwaan adalah : Pendapat Penuntut Umum bahwa hasil penyidikan penyidik dapat dilakukan penuntutan, maka ia dalam waktu secepatnya membuat surat atau akte yang membuat perumusan Tindak Pidana yang didakwakan, yang sementara dapat disimpulkan dari hasil penyidikan penyidik yang merupakan dasar Hakim untuk melakukan pemeriksaan sidang Pengadilan. Tujuan utama Surat Dakwaan Undang- undang ingin melihat ditetapkannya alasan- alasan yang menjadi dasar penuntutan pristiwa Pidana, untuk sifat- sifat khusus dari suatu tindak pidana yang telah dilakukan harus dicantumkan dengan sebaik - baiknya. kepentingan surat dakwaan bagi Terdakwa adalah ia harus mengetahui setepat- tepatnya atau seteliti- telitinya yang didakwakan kepadanya sehingga ia sampai pada hal yang sekecil- kecilnya untuk dapat mempersiapkan pembalasan terhadap dakwaan tersebut. Menurut Pasal 140 KUHAP.

Eksepsi

Eksepsi adalah : Keberatan Terdakwa atau Penasihat Hukumnya atas dakwaan atau tuduhan Penuntut Umum.  Terdakwa dapat mengajukan pembelaan atas dakwaan yang dihadapkan kepadanya, hal ini memberikan ruang bagi terdakwa untuk membela diri. Dasar alasan Eksepsi tersebut antara lain :

Pengadilan tidak berwenang mengadili. Terdapat dua kewenangan mengadili, pertama Kompetensi absolut yang berarti kewenangan mutlak yg dimiliki oleh pengadilan dalam mengadili perkara berhubungan dengan jenis perkara. Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara, dan Pengadilan Militer. Yang Kedua Kompetensi Relatif yaitu kewenangan relative yang dimiliki oleh lembaga sederajat dalam hal daerah hukum.

Dakwaan tidak dapat diterima Ne bis in Idem- Daluwarsa

Meminta Surat Dakwaan dibatalkan, Dakwaan batal demi hukum.

Surat dakwaan dirubah tanpa pemberitahuan terdakwa atau Salinan surat dakwaan harus diterima oleh Terdakwa/ penasihat hukumnya paling lambat 7 hari sebelum sidang. diubah dalam ketentuan { pasal 144 KUHAP }.

Persidangan

Proses Persidangan adalah proses dimana keadilan dan kebenaran dipertaruhkan. Pengadilan menjadi benteng terahir untuk mencari keadilan. Bagaimana apabila kemudian pengadilan menjadi transaksi justru melanggar hukum ?

Terdapat berbagai jenis proses pemeriksaan dalam persidangan, antara lain:

Acara Pemeriksaan biasa { Pasal 152- 202 KUHAP }.

Acara pemeriksaan singkat atau sumir { Pasal 203 KUHAP }.

Acara pemeriksaan cepat atau Roll biasanya berhubungan dngn tindak pidana ringan dan pelanggaran lalu lintas { pasal 205 KUHAP }. Katagorinya adalah pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda sebanyak- banyaknya Rp. 7500 ,-{ Tujuh ribu lima ratus rupiah }, perbedaan yang mendasar dan cepat, untuk acara pemeriksaan singkat tetap menggunakan Jaksa Penuntut Umum{ JPU }. Sedangkan pemeriksaan cepat langsung penyidik dengan hakim tunggal.

Ada beberapa tahapan pemeriksaan di persidangan Sidang yaitu :

Pemeriksaan Identitas terdakwa, memperingatkan terdakwa untuk memperhatikan dan memberikan Nasihat kepadanya { pasal 155 KUHAP }.

Pembacaan Surat Dakwaan

Menanyakan kepada Terdakwa apakah Terdakwa mengerti isi dakwaannya

Hak mengajukan Eksepsi atau keberatan.

Selanjutnya Pemeriksaan alat Bukti [ pasal 184 KUHAP }, ada beberapa alat bukti :

Keterangan Saksi : kewajiban semua orang, kecuali dikecualikan oleh undang- undang. Menghindar sebagai saksi dapat dikenakan pidana { penjelasan Pasal 159 {2} KUHAP. } ketentuan sebagai saksi diatur dalam  Pasal 185 KUHAP.

Melihat sendiri

Mengalami sendiri

Mendengar sendiri

Bukan anggota keluarga terdakwa sampai derajat ketiga, keluarga ayah atau ibu, suami/ istri { walaupun sudah bercerai }.

Karena jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia.

Keterangan ahli adalah apa yang seseorang ahli nyatakan dalam sidang pengadilan { pasal 186 KUHAP }. Keterangan ahli bisa berupa keterangan lisan dan keterangan Surat { Visum et Repertum yg dijelaskan menurut keahliannya }.

Surat adalah pembawa tanda tangan bacaan yang berarti yang menerjemahkan suatu isi pikiran. Menurut pasal 187 KUHAP yang termasuk surat adalah :

Berita acara dan Surat resmi lainnya yang dibuat oleh pejabat umum.

Surat keterangan dari seorang ahli

Surat lainnya yg berhubungan dengan Tindak Pidana.

Petunjuk adalah perbuatan, kejadian atau keadaan yang karena persesuaiannya baik antara yang satu dengan yang lain, maupun dengan tindak pidana itu, menandakan bahwa telah terjadi suatu Tindak Pidana dan siapa Pelakunya { Pasal 188 KUHAP } Petunjuk hanya diperoleh dari keterangan Saksi, Surat, Keterangan Terdakwa.

Upaya Hukum

Upaya Hukum adalah : Hak Terdakwa atau penuntut umum untuk tidak menerima putusan Pengadilan yang berupa perlawanan atau banding atau kasasi atau Hak Terpidana untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali. Untuk memperoleh putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap. Akan tetapi setiap putusan yang dijatuhkan oleh hakim belum tentu dapat menjamin kebenaran secara yuridis, karena putusan itu tidak lepas dari kekeliruan dan kekhilafan, bukan mustahil bersifat memihak.

Upaya hukum Banding ke pengadilan Tinggi berdasarkan ketentuan yang diatur dalam pasal 67 KUHAP Terdakwa atau Penuntut Umum berhak meminta mengajukan Banding.

Banding merupakan upaya hukum biasa apabila terdakwa tidak menerima putusan hakim pertama berhak mengajukan banding diatur dalam pasal 223- 243 KUHAP.

Upaya Hukum Kasasi : Mahkamah Agung menjadi benteng terakhir bagi para pencari keadilan. Oleh karena itulah mahkamah agung merupakan salah satu- satunya harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan keadilan. Sebagaimana disebutkan dalam undang- undang Nomor 4 tahun 2004 tentang mahkamah agung, bahwa salah satu tugas dan wewenang mahkamah agung adalah memeriksa dan memutus permohonan kasasi. Pasal 30 ayat 1 menyebutkan bahwa Mahkamah Agung dlm tingkat Kasasi membatalkan putusan atau penetapan pengadilan- pengadilan dari semua lingkungan peradilan karena :

Tidak berwenang atau melampui batas wewenang

Salah menerapkan atau melanggar hukum berlaku

Lalai memenuhi syarat- syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang- undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan.

Upaya Hukum Peninjauan kembali  adalah : Mahkamah Agung dalam peninjauan kembali adalah mengadakan koreksi terahir terhadap putusan pengadilan yang mengandung ketidak adilan yang disebabkan kesalahan dan kekhilafan hakim.

BAB. 3 Hak- Hak Tersangka atau Terdakwa

Seseorang Tersangka atau Terdakwa harus mengetahui hak- haknya. Karena hukum Pidana mengancam kebebasan seseorang, maka sangat penting bagi tersangka atau terdakwa untuk melakukan pembelaan diri.

Hak segera mendapatkan Pemeriksaan

Ketentuan pasal 50 KUHAP dijelaskan sebagai berikut :

Tersangka berhak segera mendapat pemeriksaan dan selanjutnya dapat diajukan kepada Penuntut Umum.

Tersangka berhak perkaranya segera dimajukan Kepengadilan oleh Penuntut Umum.

Terdakwa berhak segera diadili oleh Pengadilan

Diberikan hak kepada Tersangka atau Terdakwa dalam pasal ini adalah menjauhkan kemungkinan terkatung- katungnya nasib seseorang yang disangka melakukan Tindak Pidana terutama bagi mereka yang dikenakan Penahanan, jangan sampai lama tidak mendapat pemeriksaan sehingga dirasakan tidak ada Kepastian Hukum.

Hak diberitahukan dengan Bahasa yang dimengerti

Pengertian atau Pemahaman terhadap penggunaan Bahasa yang menduduki posisi yang penting terhadap proses Hukum, mulai penyelidikan hingga penuntutan, seorang tersangka atau terdakwa berhak untuk diberitahukan dengan Bahasa yang dimengerti oleh tersangka atau terdakwa tersebut dalam hal ini diatur dalam pasal 51 KUHAP.

Memberikan Keterangan secara Bebas

Hal ini diatur dalam pasal 52 KUHAP yaitu dalam pemeriksaan pada tingkat penyidikan dan pengadilan, tersangka atau terdakwa berhak memberikan keterangan secara bebas kepada penyidik atau Hakim. Penjelasan pasal tersebut diatas menyatakan bahwa supaya pemeriksaan dapat mencapai hasil yang tidak menyimpang dari pada yang sebenarnya, tersangka atau terdakwa harus diajuhkan rasa takut, oleh karenanya wajib di cegah adanya paksaan atau tekanan terhadap tersangka atau terdakwa.

Hak mendapatkan Juru Bahasa

Ketentuan yang sama terdapat dalam pasal 53 KUHAP yang menyatakan bahwa tidak semua tersangka terdakwa mengerti Bahasa Indonesia dengan baik, terutama orang asing, sehingga mereka tidak mengerti apa yang sebenarntya disangkakakan atau didakwakan. Oleh karena itu mereka berhak mendapat bantuan juru Bahasa.

Ketentuan Hak untuk mendapatkan juru Bahasa diatur dalam pasal 177 dan 178 KUHAP sebagai berikut :

Pasal 177 KUHAP.

Dalam peemeriksaan pada tingkat penyidikan dan pengadilan, tersangka atau terdakwa berhak untuk setiap waktu mendapat bantuan juru Bahasa

Dalam hal tersangka atau terdakwa bisu dan atau tuli diberlakukan ketentuan pasal 178 KUHAP.

Pasal 178 KUHAP.

Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli serta tidak dapat menulis, hakim ketua sidang mengangkat sebagai penterjemah orang yang pandai bergaul dengan terdakwa atau saksi itu.

Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli tetapi dapat menulis, hakim ketua sidang menyampaikan semua pertanyaan atau teguran kepadanya secara tertulis dan kepada terdakwa atau saksi tersebut diperintahkan untuk menulis jawabannya dan selanjutnya semua pertanyaan serta jawabannya harus dibacakan.

Hak mendapatkan Bantuan Penasihat Hukum { Pengacara ).

Perlakuan yang sama dihadapan Hukum ( equality before the law ) adalah hak asasi manusia, ia harus diimbangi dengan persamaan perlakuan ( equal treatment ) agar tidak dilanggar karena sebagai alasan seperti struktur sosial, dan status ekonomi.

Hak bantuan hukum dimiliki setiap orang, khususnya orang tidak mampu agar ia mendapatkan keadilan. Jaminan hak ini terdapat dalam standar hukum internasional dan nasional sebagai bentuk pemenuhan hak dasar yang telah diakui secara universal. Hak atas bantuan hukum dijamin dalam konstitusi Indonesia melalui UUD 1945, yaitu pasal 27 ayat ( 1 ) menjamin setiap warga negara adalah sama kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan, serta wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan. Pasal 28 D ( 1 ) menjamin bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. Pasal 28 I ( 1 ) menjamin hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut sebagai hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.

Dalam system peradilan Indonesia, hak atas bantuan hukum diatur oleh pasal 54 KUHAP sebagai berikut :

“ Guna kepentingan pembelaan diri, Tersangka atau Terdakwa berhak mendapatkan bantuan hukum oleh seseorang atau beberapa orang penasihat hukum pada setiap tingkat pemeriksaan, dan dalam setiap waktu yang diperlukan”. Yang ditegaskan dalam pasal 56 KUHAP, Bantuan hukum menjadi Kewajiban khususnya dalam Tindak pidana tertentu: 1. Diancam dengan pidana mati, hukuman lima belas tahun lebih. 2. Tersangka atau Terdakwa tidak mampu menyediakan sendiri atau ancaman hukuman pidana yang bersangkutan atau yang didakwakan lima tahun lebih.

Hak menghubungi Penasihat Hukum.

Setiap Tersangka atau Terdakwa memiliki hak untuk menghubungi Penasihat Hukum, apalagi yang bersangkutan diancam dengan hukuman diatas 5 tahun. Hal ini diatur dalam pasal 57 sebagai berikut :

Tersangka atau Terdakwa yang dikenakan penahanan berhak menghubungi penasihat hukumnya sesuai dengan ketentuan undang- undang ini.

Tersangka atau terdakwa yang berkebangsaan asing yang dikenakan penahanan berhak menghubungi dan atau berbicara dengan perwakilan negaranya dalam menghadapi proses perkaranya.

Hak mendapatkan Kunjungan Dokter Pribadi

Kesehatan jasmani dan Rohani bagi tersangka atau terdakwa sangatlah penting. Sebab orang yang disangka atau didakwa melakukan perbuatan pidana berpotensi mengalami gangguan kesehatan fisik atau mental. Untuk itulah hak menerima kunjungan Dokter pribadisangatlah manusiawi. Ketentuan itu diatur dalam pasal 58 KUHAP yang menyatakan sebagai berikut “ Tersangka atau Terdakwa yang dikenakan penahanan berhak menghubungi dan menerima kunjungan Dokter pribadinya untuk kepentingan kesehatan baik yang ada hubungannya dengan proses perkara maupun tidak “.

Hak menerima kunjungan Keluarga.

Seseorang Tersangka atau Terdakwa memerlukan Motivator atau teman dalam menghadapi kasusunya. Pada umumnya keluargalah teman terbaik sebagai tempat curhat atau sekedar bermusyawarah dalam mencari jalan terbaik. Ketentuan hak menerima kunjungan keluarga ini diatur dalam pasal 60 dan 61 sebagai berikut: mempunyai hubungan kekeluargaan atau lainnya dengan tersangka atau terdakwa guna mendapatkan jaminan bagi penangguhan penahanan ataupun untuk usaha mendapatkan bantuan hukum.

Sedangkan pasal 61 KUHAP, tersangka atau terdakwa berhak secara langsung atau dengan perantaraan penasihat hukumnya menghubungi dan menerima kunjungan sanak keluarganya dalam hal yang tidak ada hubungannya dengan perkara tersangka atau terdakwa untuk kepentingan pekerjaan atau untuk kepentingan kekeluargaan.

Hak menerima kunjungan Rohaniawan dan diadili secara Terbuka untuk umum

Seseorang Tersangka atau Terdakw berpotensi mengalami gangguan secara psikis, sebab ia dihadapkan pada persoalan yang membelenggu kebebasannya. Oleh karena itu, ia membutuhkan terapi yang dapat menenangkan diri dan pikirannya. Pada umumnya , manusia memiliki sisi rohani, seseorang dapat dibantu oleh rohaniawan, dengan demikian pasal 63 KUHAP memberikan kepada tersangka atau terdaka  hak untuk menghubungi dan menerima kunjungan dari rohaniwan. Selain mendaptkan hak dikunjungi rohaniwan, tersangka atau terdakwa juga berhak diadili secara terbuka di Pengadilan. Ini ditujukan agar semua pihak dapat mengetahui apakah disangkakan atau didakwakan kepada orang tersebut terbukti atau tidak. Apalagi pada era transparansi ini, pengadilan terbuka untuk umum merupakan salah satu asa yang fundamental dalam system peradilan.

Hak mengajukan Saksi yang menguntungkan

Tersangka atau Terdakwa berhak mengusahakan dan mengajukan saksi dan atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya. Pada umumnya pihak penyidik atau penuntut umum tidak memberikan informasi yang jelas bahwa tersangka atau terdakwa bahwa ia memiliki hak mengajukan saksi yang menguntungkan.

Hak menuntut Ganti Kerugian

Tersangka atau Terdakwa berhak menuntut ganti kerugian dan rehabilitasi sebagaimana diatur dalam pasal 95 KUHAP. Tersangka atua Terdakwa dapat menuntut pihak kepolisian dan kejaksaan sebagai akibat kealpaan mereka.

Hak memperoleh Rehabilitasi

Rehabilitasi dalam proses perkara pidana lebih cenderung memberikan makna pemulihan nama baik. Hak memperoleh rehabilitasi ini diatur dalam pasal 97 KUHAP sebagai berikut :

Seorang berhak memperoleh rehabilitasi apabila oleh pengadilan diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum yang putusannya telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Rehabilitasi tersebut diberikan dan dicantumkan sekaligus dalam putusan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ).

Permintaan Rehabilitasi oleh tersangka atas penangkapan atau penahanan tanpa alasan yang berdasarkan Undang- Undang atau kekeliruan mengenai orang atau hukum yang diterapkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 95 ayat ( 1 ) yang perkaranya tidak diajukan ke pengadilan negeri diputus bebas oleh Hakim praperadilan yang dimaksud dalam pasal 77 KUHAP.

Kemudian menurut pasal 1 butir 22 KUHAP, Rehabilitasi adalah hak seseorang untuk mendapat pemulihan haknya dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya yang diberikan pada tingkat penyidikan, penuntutan atau peradilan karena ditangkap, ditahan, dituntut atau diadili tanpa alasan berdasarkan UU atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam UU.            

Bab 4 penutup. Tip singkat menghadapi Hukum ( pidana ).

Tip Jika anda Ditangkap

Tetap tenang, ditangkap tidak berarti bahwa dunia sudah kiamat. Biasanya rasa ketakutan akan menyerang anda, tetapi anda dapat mengurangi dan menghilangkannya dengan tetap konsentrasi mengingat kembali dengan baik – baik pristiwa yang ada hubungannya dengan penangkapan tersebut. Jangan biarkan kecemasan atau pikiran negative anda berjalan liar mencoba untuk membayangkan apa yang akan terjadi nanti.

Mintalah pada keluarga, teman, tetangga atau orang lain yang anda jumpai, keterangan mengenai nama, alamat dan kesediaannya untuk menjadi saksi pada peristiwa penangkapan anda.

Anda berhak meminta atau bertanya identitas petugas yang menangkap anda tentang nama , pangkat jabatannya serta instansinya.

Mintalah foto kopi atau Salinan Surat Perintah Penangkapan anda. Baca surat tersebut dengan teliti sampai memahaminya dengan benar. Kemudian beri catatan pada beberapa bagian, lihatlah apakah benar identitas anda yang tercantum dalam surat perintah penangkapan itu. Bila benar catatatlah identitas petugas tersebut, nama, pangkat, jabatannya, dan tempat kemana anda akan dibawa. Usahakan agar catatan itu dapat segera disampaikan kepada teman atau keluarga yang sudah anda hubungi saat itu.

Bila ada informasi atau Data yang keliru didalam surat perintah penangkapan nyatakan keberatan anda untuk ditangkap tetapi jangan menggunakan kekerasan oknum petugas dapat saja justru memancing tindakan itu dan mereka tentunya lebih menguasai tekhnik- tekhnik kekerasan sehingga tindakan kekerasan hanya akan membahayakan keselamatan anda.

Dalam penangkapan biasanya juga disertai penggeledahan. Apabila petugas tidak memiliki surat perintah penggeledahan barang- barang dirumah anda, yang dikeluarkan oleh pengadilan negeri, nyatakan keberatan untuk digeledah. Apabila kemudian petugas akan melakukan penyitaan, nyatakan keberatan untuk disita, kalua tidak disertai surat izin ketua Pengadilan Negeri setempat menyangkut penyitaan itu.

Tanyakan pada petugas yang menangkap anda, kemana anda akan dibawa dan bolehkah ditemani oleh keluarga, sahabat atau orang lain yang menjadi saksi pada peristiwa penangkapan tersebut. Yakinkan para petugas yang menangkap anda, bahwa hal tersebut hanyalah demi untuk melindungi tanggung jawab para petugas dan jaminan keamanan bagi anda.

Mintalah agar anda dapat menelpon penasihat hukum anda, apabila ditolak, minta kepada keluarga, teman atau para saksi yang melihat penangkapan anda untuk melakukan hal itu. Berarti alamat, nama, nomor telpon penasihat hukum, untuk memudahkan menghubunginya. Pemberitahuan kepada penasihat hukum, tentang peristiwa penangkapan anda, harus dilengkapi dengan identitas petugas yang akan melakukan penangkapan dan tempat anda akan dibawa.

Jangan pernah melawan para petugas secara fisik. Nyatakan saja bahwa anda keberatan atas penangkapan, penahanan, penggeledahan atau penyitaan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum atau apabila anda tidak diberitahukan tentang hak- hak hukum anda. Selalulah mengikuti cara- cara damai, tenang dengan menghindari kekerasan.

Jika para petugas yang menangkap anda berpakaian sipil tetapi menolak memberikan identitasnya atau menunjukkan Surat Perintah Penangkapan, tolaklah ajakan untuk pergi bersama mereka ( ditangkap ). Mintalah kepada mereka agar dapat menghubungi Kepolisian yang memberikan wewenang kepada mereka, supaya memberikan Surat Perintah Penangkapan dan surat tugas. Tolaklah bila anda disuruh memakai tutup mata. Keharusan dari petugas yang menangkap adalah memakai pakaian seragam atau sedikitnya memperlihatkan identitasnya sebagai petugas yang berwajib dan menghargai hak- hak anda serta martabat anda. Apabila petugas yang menangkap tidak jelas identitasnya dan menggunakan dengan cara- cara kekerasan jangan mau bekerja sama, tetapi tidak juga melawan dengan kekerasan. Apabila mereka memaksa anda keluar dari rumah, berteriaklah untuk meminta tolong agar tetangga atau orang disekitar anda mengetahui apa yang terjadi ( sebab tidak menutup kemungkinan petugas yang ingin menangkap dan membawa anda adalah petugas gadungan ). Ingatlah setiap bentuk kekerasan, tekanan fisik dan semua perilaku oknum petugas itu harus anda kemukakan pada kesempatan pertama dimuka hakim saat persidangan dimulai.

Apabila diberi tahu bahwa sebenarnya anda bukan ditangkap tetapi hanya diundang untuk wawancara dikantor polisi, sampaikan bahwa anda ingin berkonsultasi dahulu dengan penasihat hukum anda. Setelah itu biarkan penasihat hukum anda melakukan pembicaraan dengan para petugas untuk menetapkan hari, waktu dan tempat wawancara ( diperiksa, apabila para petugas tidak mengijinkan anda berkonsultasi dengan penasihat hukum anda. tolaklah untuk pergi bersama petugas itu. Jika mereka memaksa untuk menangkap, gunakan petunjuk yang telah disebutkan di muka.

Dalam Undang- Undang, dinyatakan bahwa anda hanya dapat ditangkap bila ada surat tugas dan surat perintah Penangkapan yang dikeluarkan oleh Kepolisian, kecuali bila ditangkap tangan sebagaimana penjelasan terdahulu. dan apabila anda akan ditahan harus pula diberikan Surat Perintah Penahanan yang biasanya dikeluarkan instansi Kepolisian, Kejaksaan dan Badan Peradilan sesuai dengan masa tingkat Pemeriksaannya.

Tip Jika Anda Ditangkap Secara Tidak Sah ( di Ciduk ).

Jangan bepergian seorang diri, sebaiknya didampingi oleh teman atau keluarga. Pencidukan sering kali terjadi tanpa ada Surat Saksi yang melihat dan biasanya sudah direncanakan agar tidak disaksikan. Kalaupun ada Saksi, mereka tidak dikenal sehingga sukar untuk mengetahui identitasnya atau diminta kesediannya untuk menjadi saksi atas penculikan atau pencidukan anda.

Jangan bepergian ketempat tempat yang tidak diketahui oleh teman, keluarga atau pergi tanpa memberi pesan tentang kepergian anda.

Jangan tinggal dirumah atau tempat- tempat lain sendirian.

Sampaikan pada keluarga atau teman anda bahwa anda mungkin akan diciduk atau diculik. Berikan pesan apa- apa yang harus dilakukan bila anda diculik. Berikan pesan apa- apa yang harus dilakukan apabila diciduk atau diculik. Dan siapa- siapa yang harus segera dihubungi untuk mendapatkan pertolongan serta cara- cara untuk menjumpai mereka dan tempat anda berada atau dapat dijumpai.

Sebelum bepergian keluar, sampaikan pada keluarga atau teman, kemana anda akan pergi, alasan bepergian, berapa lama waktunya, serta kemudian pesankan juga apa yang harus dilakukan apabila anda tidak kembali sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan.

Pada waktu anda bepergian keluar, bawalah selalu kartu identitas anda, alat komunikasi ( HP ) dan jangan membawa barang- barang yang dapat merugikan anda sendiri ( seperti benda- benda tajam, alat peledak, obat- obatan terlarang ) yang dapat menunjukkan bukti permulaan tuduhan adanya tindak pidana.

Ketika anda di tangkap tanpa Surat Penangkapan atau identitas yang jelas siapa yang menangkap anda, cari atau usahakan ada orang yg dapat mengetahui penangkapan itu dan beri informasi ciri- ciri pihak yang menangkap anda. Berikanlah teriakan atau perbuatan tertentu yang dapat menarik perhatian khalayak ramai pada pristiwa penangkapan itu.

Penculikan atau pencidukan akan dapat dicegah dan diatasi apabila ada seseorang, teman atau keluarga anda yang dapat mendampingi dan mengikuti kemana anda dibawa atau ketempat anda ditahan. Kemudian sesegera mungkin harus ada orang yang menghubungi penasihat hukum atau tokoh masyarakat ( seperti Guru, Ulama, Ketua RW/RT, pemimpin informal dan lain- lain ) yang kemudian akan mencoba untuk menjumpai anda secepatnya.

Tip Jika anda di Panggil, diundang maupun dibawa oleh Polisi untuk Diinterogasi.

Perhatikan baik- baik Surat Panggilan. Surat Panggilan harus memuat nama anda, dipanggil sebagai apa ( Saksi atau Tersangka ), waktu serta tempat anda akan dimintai keterangan dan uraian singkat tentang tindak pidananya.

Anda berhak menolak Panggilan tersebut bila ada yang tidak jelas tentang hal- hal diatas atau bila panggilan tidak patut ( minimal 3 hari sebelum waktu pemanggilan ).

Anda berhak didampingi penasihat Hukum. Bila anda sedang berada dalam penangkapan atau penahanan, anda berhak menolak diperiksa sebelum permintaan didampingi penasihat hukum dipenuhi. Hak anda pula memilih penasihat hukum yang diinginkan.

Jangan Takut meminta waktu kepada Polisi untuk bertanya kepada Penasihat Hukum yang sedang mendampingi anda. Hal ini merupakan hak anda yang di lindungi Undang- Undang.

Anda berhak berbicara dengan penasihat Hukum anda setiap Tingkat Pemeriksaan tanpa didengar oleh petugas yang berwenang, mereka hanya boleh mengawasi kecuali dalam kejahatan terhadap keamanan negara ( petugas yang berwenang dapat mendengar isi pembicaraan ).

Setelah dimintai keterangan anda akan diminta menandatangani hasil proses interogasi tersebut ( berbentuk Berita Acara Pemeriksaan/ BAP ). Sebelum menandatangani, baca dulu baik- baik karena ada kemungkinan jawaban anda dirubah atau disingkat hingga artinya menjadi berbeda. Ada kemungkinan pula jawaban anda tetap sama, tetapi Polisi menambahkan Pertanyaan diatas jawaban anda hingga arti jawaban anda menjadi berbeda Misal: T ( Tanya ). “ Benar Anda pada tanggal 1 Mei 2017 ikut dalam demonstrasi buruh didepan DPR RI “ J ( Jawab ): “ Ya. “ Setelah diketik, BAP menjadi T: “ Benar anda pada tanggal 1 Mei 2017 ikut dalam Demonstrasi buruh yang tujuannya untuk menuntut diturunkannya Presiden didepan DPR RI….? J “ Ya.”

Bila anda dalam Tahanan dan akan dimintai keterangan lanjutan, minta Kepolisian menghubungi Penasihat Hukum anda dan juga tidak mau diperiksa bila tidak didampingi.

Bila dalam pemberian keterangan ada hal- hal yang tidak anda setujui tetapi Polisi tidak mau berubah sesuai keinginan anda, anda berhak tidak menandatangani BAP. Hal ini akan dibuatkan berita acaranya beserta alasan anda tidak mau menandatangani.

Anda berhak untuk mendapat Salinan berita acara pemeriksaan.

Demikian Ringkasan Pedoman singkat Menghadapi Masalah Proses Hukum Pidana diuraikan, semoga Bermanfaat, Terima Kasih.

Nama        :  MOCHAMAD SUBEHI, S.H., M.H.

         Departemen Hukum Dan Ham Senkom Mitra Polri

         0812 8949 7321 – 0853 3110 2009.

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI

Teknik Penyelesaian Sengketa Melalui Mediasi

Dr. Triana Dwi Seroja, S.H,.M.HUM  membawakan materi di Rakernas Senkom Mitra Polri 2018 dengan tema "Teknik Penyelesaian Sengketa Melalui Mediasi" Dengan harapan semua Anggota Senkom Mitra Polri bisa menjadi Mediator yang baik.

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI

Rabu, 05 Desember 2018

Antisipasi Era 4.0 Dengan Penguatan Pancasila

SenkomNews, Pondok Gede, 05/12/2018. Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang diwakili oleh Kolonel Sachono memberikan materi Penguatan Pancasila pada peserta Rakernas Senkom di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dalam paparannya, ia mengingatkan peserta untuk terus menghayati nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Pasalnya, dunia sudah memasuki Era 4.0 yang memberikan dampak siginifikan pada masyarakat.

"Kita berada di Era 4.0, sebuah era yang penuh inovasi. Ketidakmampuan beradaptasi dapat menimbulkan kesenjangan. Dari kesenjangan itulah lahir  kekecewaan, pada bangsa kekecewaan itu bisa berupa ekstrimisme dan radikalisme," ujarnya.

Era 4.0 juga lekat dengan generasi milenial. Generasi ini lekat dengan media sosial. Menurutnya, Era 4.0 memunculkan ancaman baru berupa fenomena hiper realistis. Ancaman ini yaitu upaya menciptakan kepalsuan dengan mencampuradukan kebenaran. Ini yang membuat kegaduhan di antara masyarakat. Mereka kebingungan membedakan mana yang benar dan salah.

"Dunia maya menjadi ajang politik identitas memecah bangsa. Oleh karena itu,  keberadaan Pancasila sebagai pandangan hidup, lahir dari kristalisasi nilai luhur bangsa yang hakiki," ujarnya.

Maka bangsa Indonesia perlu berkaca pada kejayaan nusantara jaman dahulu. Indonesia masih  muda, namun secara historis sudah mendiami nusantara selama ribuan tahun. Seperti kerajaan besar zaman dahulu, tak hanya kuat dalam negeri tetapi disegani kerajaan lain.

Namun pengaruh asing turut memberangus kerajaan di nusantara. Masuknya pengaruh asing dan penjajahan membuat nusantara menjadi kacung di negeri sendiri. Kebebasan direngut oleh kolonialisme dan imperialisme.

"Dari kejadian itu ada hikmah yang bisa dipetik, yaitu perasaan senasib dan sepenanggungan, semangat persatuan dan kesatuan. Pemerintah harus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat secara lahir dan batin," ujarnya. 

Kedaulatan adalah prasyarat utama. Jika kedaulatan dipegang raja maka negara akan berbentuk monarki. Bila dikembalikan ke sekelompok orang disebut oligarki. Bila dikembalikan kepada rakyat akan menjadi sebuah negara demokrasi.

"Indonesia sepakat kedaulatan ada di tangan rakyat dan demokrasi bentuk yang ideal mencapai cita-cita bangsa," ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak rekan-rekan Senkom dan masyarakat secara umum mengamalkan pancasila tanpa sekat apapun. "TNI hanya bagian kecil komponen bangsa indonesia, TNI adalah bagian dari rakyat. Mari bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila," ia menutup pemaparannya (lud).

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI


Sumber senkom jatim

Lawan Ancaman Dengan Bela Negara


Jakarta, 05/12/2018. Setiap waktu negara menghadapi ancaman. Mulai dari ancaman dalam negeri dan luar negeri, hingga bencana kemanusiaan dan alam. Setiap negara memiliki cara menghadapi ancaman. Jika Korea Selatan identik dengan wajib militer, bagaimana dengan Indonesia?
Cara Indonesia menghadapi ancaman dijelaskan oleh Kolonel ADM Amiruddin Laupe dalam Rakernas Senkom yakni dengan mengedepankan lima komponen, mulai dari komponen utama (TNI), komponen cadangan, komponen pendukung (ormas), dan terakhir bela negara.
   
Menurut Amiruddin Laupe, bela negara bukanlah wajib militer. Bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara berdasarkan Pancasika dan UUD 45, “Mengapa harus bela negara? Undang-Undang Dasar 1945 hingga undang-undang HAM sudah memberikan acuannya. Bahkan presiden menginstruksikan mulai tahun 2019 seluruh kementerian dan lembaga melakukan kegiatan bela negara,” ujarnya.  

Untuk mempertahankan negara tidak cukup mengandalkan komponen utama. Amiruddin Laupe menjelaskan, banyak hal yang menjadi ancaman bangsa Indonesia. Mulai dari ancaman militer hingga ancaman nonmiliter. Jika ancaman militer berbentuk nyata dan berasal dari luar, lain halnya ancaman nonmiliter. Ancaman ini bisa berbentuk ideologi, ekonomi, dan memiliki spektrum ancaman yang luas. Salah satunya perang proxy. “Negara berhadapan dengan negara menggunakan pihak ketiga, seperti LSM asing. Ini sangat dikhawatirkan negara kita,” ujarnya.

Ancaman lain seperti  terorisme separatis Papua salah satu ancaman nyata. Bencana alam juga menjadi ancaman nyata negara. Narkoba menjadi ancaman nyata juga. Suhu politik meningkat jelang pemilu, “Gejolak ekonomi seperti fluktuasi dolar, sosial budaya, hingga perang antarsuku, mari sama-sama memberi informasi dan pemahaman yang baik untuk mencegah ancaman,” ia menjelaskan saat ini nilai-nilai Pancasila sudah meluntur dengan pengaruh media dan teknologi. 

Bela negara bisa menjadi upaya untuk mencegah itu. Maka kesadaran bela negara ditanamkan sejak dini kepada masyarakat, “Wilayah harus dibela untuk kita hidup. Bila tidak dibela kita bisa mati. Seluruh warga negara harus membela. Inilah dasar bela negara.  

Tugas bela negara bukan hanya Kemenhan dan TNI saja, tapi seluruh warga negara. Jika ada 43 ribu TNI dibagi 17.000 pulau tidak akan cukup,” ujarnya.  
Implementasi bela negara saat ini masuk kurikulum sekolah dan perguruan tinggi. Amiruddin Laupe menambahkan, sejak dulu rakyat sudah melakukan bela negara. Ada berbagai cara melakukan bela negara, mulai dari yang sederhana hingga terorganisir seperti yang dilakukan pemerintah. Tujuannya membentuk rakyat yang cinta tanah air, sadar bangsa dan negara, rela berkorban, yakin pada Pancasila sebagai pedoman bernegara. Lalu menumbuhkan jiwa patriotisme dengan mengenal wilayah, cinta tanah air, menggunakan produk dalam negeri, mengenal sejarah para pejuang, sadar berbangsa dan bernegara, menghargai orang lain, menjaga perbatasan, dan sebagainya. 

Tidak harus wajib militer, Inilah bentuk-bentuk bela negara. 
“Strategi pertahanan kita memanfaatkan rakyat semesta, TNI, diplomasi, dan mengerucutkan perbedaan, Mari kita sama sama mengerucutkan perbedaan, sama-sama menjaga Indonesia,” ia memberikan kesimpulan (lud).

DOWNLOAD MEDIA dan Materi RAKERNAS SENKOM 2018 Klik DISINI
Sumber  Senkom Jatim

Arsip Senkom Balongbendo


Entri Populer

. Senkom Mitra Polri Kecamatan Balongbendo: Rakernas